Novel ini mengisahkan perjalanan hidup Cut Nyak Dien, seorang pahlawan wanita dari Aceh yang gigih melawan penjajahan Belanda. Sebagai putri dari Teuku Nanta Seutia, Cut Nyak Dien tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberanian dan kehormatan.
Setelah kehilangan suaminya dalam pertempuran, Cut Nyak Dien melanjutkan perjuangan dengan semangat yang tak tergoyahkan. Pernikahannya dengan Teuku Umar, seorang pejuang yang kemudian dikenal karena strategi cerdiknya dalam melawan Belanda, semakin memperkuat tekadnya.
Kisah ini menggambarkan berbagai peristiwa penting dalam Perang Aceh, termasuk strategi perang gerilya, pengkhianatan, dan pengorbanan. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk pengkhianatan dari orang terdekatnya, Cut Nyak Dien tetap teguh dalam perjuangannya hingga akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat, di mana ia menghabiskan sisa hidupnya hingga wafat pada tahun 1908.